learning by doing : focus in the class and going out as a volunteer

images (1)

 

 

well, akhirnya sempet juga blogging lagi. setelah kemarin bergelut dengan aktivitas yang merenggut kebebasan untuk membuka account wordpress ini.  Oh ya, sebelum gue sharing, ada yang pernah baca postingan gue sebelumnya tentang personal branding ?

ini gue kasih linknya : https://ridhadanjanny.wordpress.com/2013/10/05/19-september-2013-personal-branding-build-now/

dari kajian itu gue banyak belajar, dan mengambil sebuah kesimpulan yang mungkin udah sangat klasik. sebenernya belajar yang paling efektif itu adalah dengan metode : learning by doing.  Ya! jadi setelah kita dapet ilmunya, teorinya, lalu kita terapin deh di bisnis nyata.
bukankah Ilmu yang bermanfaat itu tujuan kita belajar selama bertahun2 di sekolah dan kampus ? ilmu yang bisa membuat bisnis orang lain sukses (kalau takdirnya menjadi pegawai), dan yang bisa membuat bisnis sendiri maju (kalau nasibnya menjadi pengusaha).

sebagai salah satu anak ekonomi yang kurang paham ekonomi, tetiba gue terpikir dengan mata kuliah gue dulu yang masya Allah banyaknya : dari mulai kuartet manajemen : manajemen keuangan, pemasaran, SDM, dan strategi. sampai akuntansi dan ekonomi pembangunan.
kalo gue boleh menafsirkan dengan bahasa primata yang hanya dimengerti Latief dan kawan2nya : seandainya seluruh teori2 di dalam mata kuliah manajemen dan akuntansi itu digunakan untuk starting business atau helping other business, gue yakin bisnis2 itu bakal cepet maju. sebelumnya mohon maaf kalo gue agak sok tahu, tapi it’s a real fact! kenapa ? karena teori2 itu kan dihasilkan dari riset yg dilakukan pada industri2 besar dengan melihat perilaku mereka. jadi, hasil riset tersebut adalah “kunci” untuk menjawab permasalahan pada bisnis #nah

misal nih : dengan pemahaman yang baik pada akuntansi dan manajemen keuangan secara praktis, kita bisa me-manage keuangan menjadi lebih rapi dan professional layaknya big company. jadi someday, kalau kita butuh pendanaan dari investor, kita tinggal kasih aja laporan keuangan yang telah terstandarisasi (sesuai textbook). ilmunya dari mana ? ya dari mata kuliah akuntansi + finance yang kita dapet di kelas. Asik kan ?

and then, manajemen operasi. sayang banget banget banget, gue ga dapet mata kuliah ini. akibatnya gue ga paham how to manufacturing dalam suatu industri. padahal penting banget nih MO buat kita yang mau buka pabrik, misal pabrik sendal jepit “Swammi” saingannya swallow yang biasa digunakan si gilang pas lagi kelas statistika *istighfar*  kita jadi paham proses operasional sendal jepit dari bahan baku ke barang jadi.

terus, manajemen pemasaran, jelas ini dipakai setelah produksi selesai, gimana strategi perusahaan dalam memasarkan produknya. misal sendal swallow tadi yang udah diproduksi, dipasarkan melalui channel / distribution outlet dan juga online shop . semuanya membutuhkan ilmu marketing yang kita dapatkan di kelas.

kalau boleh saya menyimpulkan, dengan kesimpulan saya yg kurang bernalar, namun kalo kalian mau quote/retweet silakan saja : “seandainya ilmu yang kita dapet dari mata kuliah diatas itu kita segera gunakan. pasti efeknya akan luar biasa bagi bisnis yang menerapkan dan juga kita sebagai volunteer atau magang-ers, akan mendapat pengalaman yg luar biasa😀

focus in the class, and going out as a volunteer.

S.E.mangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s